21 November, 2012

Panduan Mengganti Makanan Kucing

ternyata untuk mengganti makanan kucing itu tidak sembarangan karena di usus terdapat berbagai macam bakteri yang tidak berbahaya dan berfungsi membantu mencerna makanan agar dapat diserap dan dimanfaatkan kucing. Bakteri-bakteri ini secara alamiah memang ada di usus dan sering disebut Flora usus.


Setiap jenis/merek makanan kucing mempunyai komposisi nutrisi dan bahan utam a yang berbeda. Perkembangan flora usus juga sesuai dengan bahan-bahan yang terdapat pada makanan. Beberapa jenis flora berkembang lebih banyak dan lebih efektif dalam mencerna nutrisi yang berasal dari jagung. Beberapa flora lain juga berkembang secara spesifik untuk mencerna protein yang berasal dari ayam. Semakin beragam komposisi makanan, semakin beragam juga jenis flora usus. 

Dan apabila mengganti menu makanan yang baru tanpa bertahap maka flora usus itu akan sulit menyesuaikan  diri dengan apa yang telah masuk keusus tersebut yang mengakibatkan gangguan pencernaan dan mencret atau diare. 

Di bawah ini adalah panduan mengganti makanan kucing, agar kucing terhindar dari gangguan pencernaan seperti diare.




Hari ke 1 & 2
30 % makanan baru dicampur merata dengan 70 % makanan lama

Hari ke 3 & 4
50 % makanan baru dicampur merata dengan 50 % makanan lama

Hari ke 5 & 6
70 % makanan baru dicampur merata dengan 30 % makanan lama

Hari ke 7
100 % makanan baru

Panduan di atas bukanlah patokan mutlak. Pergantian makanan bisa dipercepat bila Konsistensi feces tidak berubah/tidak mencret.

Kucing yang terbiasa dengan makanan yang bervariasi biasanya tidak bermasalah dengan perubahan makanan secara tiba-tiba.

Pada beberapa kucing dengan saluran pencernaan yang sensitif, pergantian makanan dilakukan dalam waktu yang lebih lama. Proporsi makanan baru pun bisa dinaikan sedikit demi sedikit agar flora usus kucing dapat menyesuaikan dengan makanan baru.
sumber

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar